Bermain Air
Bermain Air

​Bermula dari sebuah postingan foto di Instagram Mas Teguh tentang keindahan Air Terjun Curup Gangsa di Dusun Tanjung Jaya, Kampung Kota Way, Kecamatan Kasui, Kabupaten Way Kanan, menggoda keinginan menyambanginya.

Terlebih di foto tersebut, sangat terlihat keindahan air terjun yang memiliki tinggi sekitar 70 meter dan lebarnya 20 meter, bagai air terjun Niagara di Amerika namun yang ini berukuran kecil.

View Air Terjun Curup Gangsa
View Air Terjun Curup Gangsa

Akhirnya kesempatan itu datang, saat saya dan bersama teman-teman Lemes Traveler melakukan perjalanan ke Way Kanan.

Sebelum berangkat ke Way Kanan, saya ke Metro dulu untuk mengantar seseorang dan anak-anak Lemes Traveler yang lainnya melajukan kendaraan mereka menuju Kotabumi, mereka pun menunggu saya di Islamic Center Kotabumi sebelum melanjutkan perjalanan kembali ke Way Kanan.

Setelah menempuh perjalanan selama 6-7 jam, mobil yang saya bawa pun berhenti di area parkir yang lumayan luas.

Hamparan sawah berundak-undak di sisi sebelah kiri air terjun, membuat pemandangan di sini sangat indah.

Setelah membayar biaya retribusi yang sangat murah sebesar Rp.10.000 permobil, kami pun langsung menuruni anak tangga.

Meski sudah disemen, di beberapa bagian anak tangga ini masih tanah merah. Bila turun hujan, jalan menurun ini sangat licin.

Setelah melewati sekitar 50 anak tangga, kami pun langsung takjub dengan apa yang dihadirkan di depan mata.

Air dengan debit yang begitu deras, turun dari atas dengan begitu lebar permukaannya.

Debit Air yang Deras
Debit Air yang Deras

Meski airnya tak begitu jernih, namun tetap menggoda untuk dicoba rasanya. “Gila ini bagus banget. Nggak nyesel deh saya melakukan perjalanan jauh sampai enam jam untuk sampai di sini kalau pemandangannya seperti ini,”.

Saya pun langsung terjun ke dalam air, mencoba merasakan sensasi dingin aliran sungai yang dihasilkan.
Bbrrr…. rasa dingin langsung menyeruak saat kaki masuk ke dalam aliran sungai.
Kami pun memutuskan hanya bermain air saja, tidak mandi.

Namun, kesenangan kami menikmati pemandangan indah itu tak bisa lama, karena tiba-tiba mendung datang.

Tidak lama hujan pun secara tiba-tiba turun. Akhirnya tak lebih dari satu jam kami di Curup gangsa, kami pun harus berteduh sebentar dibawah pohon besar sambil menunggu hujan reda.


Asal Mula Nama Curup Gangsa

Nama Curup Gangsa sendiri, berdasarkan penuturan masyarakat sekitar, berasal dari suara riak air terjun yang dianggap menyerupai suara seruling Gangsa.

Bermain Air
Bermain Air

Adapun seruling Gangsa ini merupakan suling bambu yang biasa digunakan masyarakat pada masa lalu. Sehingga akhirnya nama tersebut hingga kini melekat dengan air terjun yang sangat cantik ini.

Enam Jam dari Bandar Lampung

Perjalanan dari Kota Bandar Lampung menuju Curup Gangsa membutuhkan waktu tak sedikit, berkisar 6-7 jam perjalanan.

-. Bila kamu membawa kendaraan sendiri, arahkan kendaraan menuju Kotabumi, Lampung Utara. Setelah itu belok menuju Bukit Kemuning. Lalu sampai di bundaran Bukit Kemuning, belok ke kanan jalan menuju Way Kanan.

-. Arahkan kendaraan hingga sampai Blambangan Umpu. Setibanya di perempatan menuju kompleks perkantoran Pemkab Way Kanan, berbelok ke kiri jalan.

-. Kemudian ikuti jalan aspal yang tak terlalu lebar hingga tiba di Kasui. Setelah dari Pasar Kasui, ikuti jalan aspal tersebut hingga terlihay plang atau tanda Air Terjun Curup Gangsa.

-. Ikuti jalan tersebut hingga akhirnya tiba di Curup Gangsa. Ingat, di sepanjang jalan menuju air terjun terdapat plang atau petunjuk arah menuju Curup Gangsa.

-. Atau bila dengan menaiki kendaraan umum menuju Way Kanan atau Kasui bisa dari Terminal Rajabasa untuk kemudian dilanjutkan dengan ojek motor. Sebab, sepertinya tidak ada angkutan umum untuk menuju ke Curup Gangsa.

Fasilitas yang Belum Memadai

Akan tetapi sangat disayangkan Keindahan dan kesejukan air terjun tersebut tak selaras dengan sarana dan prasarana penunjang untuk pengunjung, Karena kamar mandi dan akses menuju ke air terjun memang kerap menjadi keluhan dari para pengunjung.

https://youtu.be/FU4–GHs5zo 

PS: Hasil Perjalanan ke Air Terjun Curup Gangsa, Kasui, Kab.Way Kanan ini adalah ngetrip bareng dengan Anak-anak Lemes Traveler.

Share

53 comments

  1. 10.000 permobil? Murah kali ini ?
    Air terjun setinggi dan selebar itu mempesona. Bagus diabadikan. Akses jalan sulit memang jadi kendala, tapi sangat puas bagi para pecinta air terjun kalau menyambanginy.

    1. Ya mas 10.000 permobil, sangat murah banget Mas. Ya kalau tidak di abadikan sangat di sayangkan lho Mas sudah jauh” tidak mengambil Moment..

      Bemar walau akses jalan sulit tapi benar” puas kok Mas..

  2. Debit airnya deraaaas. Ngeri juga kalo berenang, ntar aku dikira putri duyung dan hanyut hahaha. Di Lubuk Linggau ada air terjun Temam yang mirip niagara juga Fajrin.

    1. Ya Mas debit airnya deras, kemarin mau mandi gak berani aku.. Wah kalau Mas Yayan mandi bukan Putri Duyung, tapi Ikan Hiu.. hehehe

      Wah ada juga y Mas. Ah keren itu pasti

  3. Kak Faj, itu motretnya pakai HP atau memang di sana embunnya banyak jadi gambarnya kurang jernih ya kak?

    Wah ini masuk list deh! Keren banget nget nget air terjunyaa! Semoga pas aku ke sana sudah ada kamar mandi, musholla, dll yaaa hahaha

    1. Aku foto nya pakai Kamera HP Kak.. Ya nih Kak aku kan gak ada Kamera lho ??

      Wajib nih Kak kalau ke Lampung harus kesini

      Amin Kak, mudah”an pas Kakak Ndop ke Lampung sudah dibenahin dengan Pemerintah mau pun Warga ya Kak..

    1. Hehehe.. Berkat sering ngedai Mbak Melly jadi buat Domain baru.. Ah nuhun Mbak..

      Ayok Mbak ke Air Terjun Curup Gangsa.. Kan bulan ini banyak liburnya..

  4. sungguhan ini KW nya niagara banget mas, itu foto air terjunya kalo memainkan speed pasti lebih ciamik lagiih.

    Cuma 10k udah bisa masuk dan main-main assiikk

    Oh ya kenapa nama kelompoknya lemes traveller ya ? ?

    1. Ya Mbak benar kalau Pakai Speed Lambat emang keren kok.. Sayang kemarin aku hanya pakai Hp Kamera.. Y biaya retrebusi nya hanya segitu, mereka hitung per Mobil atau Motor..

      Ya karena mulut nya pada Lemes/Nyinyi. Maka nya di namakan Lemes Traveler.. hahaha

  5. Mas itu air terjunnya cakep bener! Tapi kalo buat renang-renang syantiek aman ngga, ya? Takut kelelep?. Mengingat jarak tempuhnya sampe 6 gitu kayaknya harus nyiapin stamina banget ini.

    1. Kalau buat berenang harus berhati” Mbak Molly.. Gak dalam kok, ya kalau buat berendam sih asyik Mbak.. Ah perjalanan 6 jam kebayar kok Mbak dengan keindahan Air Terjun Curup Gangsa

  6. Yang bagus-bagus gini emang sebaiknya jauh dan agak sulit dijangkau deh. Supaya yang datang adalah yang benar-benar niat, dan tetap lebih terjaga keaslian tempatnya. Kalau mudah dijangkau dan jadi tujuan wisata massal malah rentan rusak dan kumuh.
    Debit airnya menggoda iman mas, cuma aku masih trauma euy dengan pengalaman hanyut dan nyaris tewas terbanting di air terjun beberapa waktu yang lalu ?

    1. Ya Mas benar, kalau di Lampung tempat-tempat seperti ini emang jauh-jauh kok. Nah, kalai yg ini sih jarang banget dikunjungin dihari-hari biasa dan kalau weekend ramai sekali. Ah sangat menggoda banget Mas. Wah masih trauma dengan Air Terjun. Pasti terpleset y Mas

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *