Kapal Yang Menggangkut Kami Setelah Sampai Di Pulau Pisang (Foto.HarrisSena)
Kapal Yang Menggangkut Kami Setelah Sampai Di Pulau Pisang (Foto.HarrisSena)

Kali ini saya akan menulis catatan perjalanan saya dan teman-teman ke Pulau Pisang pada tahun 2015 yang lalu.

Perjalanan kali ini bisa dibilang perjalanan nekat. Kenapa? Karena saya, 3 orang lainnya tidak pernah ada yang kesana dan 1 teman lagi yang tahu dimana pulau pisang, karena dia sudah pernah kesana.

Saya berangkat ke Pulau Pisang bersama 4 teman yaitu Ayub, Otoy, Gugun dan Harris. Sebenarnya sudah direncanakan dari sejak lama untuk pergi kesana bersama teman-teman lain, namun satu persatu setelah ditanyakan mereka banyak yang mengundurkan diri, mungkin waktunya yang tidak pas, karna rencanya kami pergi tanggal 24 Juli 2015, yang bertepatan pada hari jum’at!!  Yak mereka pada kerja dan pulang kampung. Kalau saya kebetulan agak fleksibel dalam waktu, karna bulan juli ini tidak ada kegiatan kerjaan (karena penggangguran sih :D)

The show must go on, walau hanya 5 orang kami tetap pergi ke Pulau Pisang.

Pulau Pisang terletak di Kabupaten Pesisir Barat, yang merupakan pemekaran dari Kabupaten Lampung Barat, Provinsi Lampung.

Rute Perjalanan

Rute yang kami ambil yaitu tanjung  karang – Pringsewu – Kota agung – Bengkunat – Krui. Jujur saya belum lama mengetahui adanya Pulau Pisang ini. Saya tau dari Ferdiansyah dan Ayub, yang kebetulan sangat update sekali tentang info tempat wisata. Lalu saya browsing internet, mencari info tentang Pulau Pisang ini.

H-2 saya menghubungi teman-teman berkoordinasi tentang transportasi, penginapan serta makanan. H-1 Kami sempat mengadakan rapat kecil di myimago membicarakan mengenai teknis keberangkatan,dan lain-lain. Sebenernya kurang penting sih, Cuma alesan buat main aja hehe.. ?

Untuk transportasi kami memilih pakai mobil pribadi (mobilnya Gugun), mengingat barang bawaan kami cukup banyak. Rute perjalanan tanjung Karang-Krui lumayan bagus, namun ada beberapa titik jalanan rusak parah, dan yang lebih menegangkan adalah saat berada di tanjakan Sedayu. Tanjakan tajam yang cukup panjang ini lumayan membuat jantung berdebar-debar.

Duduk dan mengambil foto (Foto By: Otoy)
Duduk dan mengambil foto (Foto By: Otoy)

Sepanjang perjalanan kami disuguhkan pemandangan yang indah, sawah-sawah hijau sepanjang jalan cukup menyegarkan mata. Kita juga melewati beberapa perkampungan yang rumahnya terbuat dari kayu yang biasa disebut rumah panggung. Dan yang luar biasa yaitu saat melewati kawasan hutan, yang termasuk TNBBS (Taman Nasional Bukit Barisan Selatan). Hutan yang masih alami, pohon2 besar yang rindang dan juga tumbuhan-tumbuhan khas pegunungan yang cukup menawan.

Jarak tempuh dari Tanjung Karang menuju lokasi rata-rata sekitar 5 jam atau 6 jam, namun perjalanan kami tempuh kemarin sekitar 7 jam. Berangkat dari rumah Ayub (Sukarame) jam setengah 2 malam sampai di tempat pemberangkatan kepulau jam 9 pagi. Karna kami terlalu santai bawa mobil, dan juga banyak berhenti untuk istirahat.

Setelah menempuh perjalanan yang cukup lama, akhirnya kami sampai ke tempat pemberangkatan kapal (Pulau ini hanya dapat dijangkau dengan transportasi Kapal) yang berlokasi di Pelabuhan Jukung. Sebenarnya ada 2 titik untuk tempat pemberangkatan, yaitu dari daerah kuala dan dari tembaka. Kami memilih berangkat dari pelabuhan jukung karna dari sini kami dijemputnya dan waktu perjalanannya sekitar 45 menit menuju pulau. Kalau dari Tembaka (menurut info teman) membutuhkan waktu sekitar 15 menit. Kurangnya memadai transportasi kapal ke pulau Pisang tersebut menjadi kendala wisatawan untuk pergi kesana. Jadi hanya ada 2 jadwal pemberangkatan, yaitu jam 8 pagi dan 2 siang. Dan beruntunglah kami sampai disana jam 2 siang. Kalau tidak sampai disana pada jam tersebut, maka kita harus mencarter kapal yang biayanya Rp.500.000 untuk PP ke Pulau Pisang.

Kurang lebih 45 menit perjalanan laut dengan ombak yang besar (pada saat itu sedang musim kemarau), sampailah kami di Pulau Pisang. Dan terbayarlah sudah letih yang kami rasakan selama perjalanan. pepohonan, batu karang, lautan samudera yang luas, air jernih sehingga kita bisa melihat terumbu karang, akan menyambut anda.

Tidak hanya itu, kita juga disuguhkan oleh pemandangan hamparan pasir putih di pinggiran pantai serta ombak besar yang cukup bersahabat sehingga kita bisa betah berjam-jam berenang disana. Di Pulau Pisang juga kita bisa melihat sunset ataupun sunrise yang sangat indah.

Objek wisata lainnya yaitu Sekolah Peninggalan zaman Belanda yaitu Sekolah Dasar Pulau Pisang. (didirikan pada tahun 1892), sumur putri, rumah panggung berumur ratusan tahun, serta kapal laut yang terdampar. Di Pulau Pisang inipun terdapat wisata lumba-lumba yang hanya dilakukan pada jam 7/8 pagi.

Pagi sambil menikmati Kopi
Pagi sambil menikmati Kopii

Pulau pisang terdapat 6 Pekon/Desa, jadi kita bisa berkeliling naik sepeda motor untuk melihat masing-masing Pekon tersebut. Kita bisa menyewa sepeda motor pada warga (harga sewa nya Rp.50.000) mengelilingi pekon-pekon disini dan bisa melihat pemandangan alam dan laut dari berbagai spot berbeda.

Penghasilan Utama
Penghasilan utama warga Pulau pisang adalah Berkebun Cengkeh (8ton cengkeh setiap tahun) dan merupakan pengrajin Tapis Pulau pisang, Tapis Asli Masyarakat Lampung Krui. bagi yg ingin membeli silahkan datang ke pulau ini (Harga Tapis kisaran 1 sampai 2,5 juta).

FYI signal ponsel disana cukup bagus (bagi pengguna Telkomsel), tapi masih ada kok. kalau buat nelpon yah harap maklum kalau tidak jelas dan putus2.

Menikmati Sunrise sambil ngopi di Pinggir Pantai
Menikmati Sunrise sambil ngopi di Pinggir Pantai

Kami menginap mendirikan tenda dipinggir pantai dan kalau mau menginap juga bisa di salah satu pekon (saya lupa namanya) di Home stay “Salsabila” yang pemiliknya bernama Pak Azizi yang merupakan kepala sekolah SD Pulau Pisang. Bila anda berlibur ke Pulau Pisang saya rekomendasikan untuk menginap ditempat ini. Biaya perkamar cukup murah yaitu Rp.150.000- Rp. 200.000 / kamar (untuk 2 orang) termasuk makan 2 kali, Listrik yang hidup dari jam 6 sore sampai 11 malam (di pulau ini belum pakai listrik, hanya memakai mesin diesel). Tempatnya cukup nyaman dan tidak jauh dari pinggir pantai. Dan yang paling penting yaitu kamar mandi nya sangat bersih dengan air yang banyak dan jernih.

Alternatif untuk penginapan lain yaitu rumah warga, yang mungkin harganya lebih murah, namun berimbang dengan minimnya fasilitas (menurut info dari teman).

Sunrise di Pulau Pisang (Foto By: Ayub)
Sunrise di Pulau Pisang (Foto By: Ayub)

Menurut saya, the best spot dari Pulau pisang ini yaitu hamparan pasir yang luas didekat dermaga. Setelah berkeliling dengan teman-teman, kami tak kuasa untuk menahan godaan ombak yang seakan memanggil-manggil untuk berenang disana. Sejenak saya menikmati dinginnya air laut dan melupakan segala persoalan diluar sana.

Sunset di Pulau Pisang
Sunset di Pulau Pisang

Karna sudah maghrib, kami memutuskan untuk berhenti berenang dan segera kembali ke tenda. Akhirnya kami kembali ke tenda, mandi dan segera makan malam. Perlu diketahui untuk makan, pasti anda disuguhkan dengan lauk ikan, yak karna sebagian penduduk merupakan nelayan, dan ikan yang kami makan juga merupakan hasil tangkapan dari nelayan sekitar, segar dan sehat karna bebas dari pengawet.
Setelah makan kami memutuskan untuk ke pinggir pantai dekat tenda, biasanya sih ada acara kumpul-kumpul malam dipinggir pantai, hanya sekedar mendengarkan music atau ngobrol-ngobrol ringan dan bila sampai waktunya biasanya mulai muncul curhat-curhat colongan ditengah malam.

Jalan Menyelusurin Pulau Pisang
Jalan Menyelusurin Pulau Pisang

Keesokan harinya kami bangun pagi sekali, dan bersiap untuk jalan-jalan mengelilingi pulau dan kami manfaatkan waktu yang tersisa ini untuk foto-foto dipinggir pantai serta spot-spot menarik lainnya. Untuk kepulangan, kami memutuskan untuk menunggu kapal teman, karna kami berencana pulang jam 10 pagi dimana tidak ada kapal yang beroperasi pada waktu tersebut.
Dan tibalah saatnya mau pulang kami tidak lupa untuk berpamitan kepada para tetangga, begitu hangat sekali mereka melepas kepulangan kami, dan berpesan agar suatu saat kami bisa kesana lagi.

Keramahan warga sekitar, pemandangan alam serta ombak yang indah sangat tidak mungkin bagi saya untuk melupakan Pulau ini.

Sunrise di Pulau Pisang
Sunrise di Pulau Pisang
Duduk di Pinggir Pantai Sambil Menikmati Sunrise
Duduk di Pinggir Pantai Sambil Menikmati Sunrise

Rincian Biaya:

  • Rental Mobil: Rp. 250.000 / hari
  • Perahu PP Ke pulau : Rp. 20.000 / orang (Jika ikut Jadwal jam 8 pagi atau jam 2 siang). Diluar jadwal berarti carter Kapal PP Rp. 500.00 (kapal bisa muat sampai 20 orang)
  • Home Stay : Rp.150.000 – Rp 200.000 / Kamar (untuk 2 orang)
  • Makanan tambahan 1 kali/orang Rp. 15.000 / Rp.20.000

PS:  Sebenarnya tulisan ini hanya pemberharuan saja. Karena sebelumnya pernah ditulis pada Bulan September Tahun 2015 yang lalu.

Share

36 comments

  1. duhhh jdi envy liat foto2 sunset dan sunrisenya pulau pisang… kapan lg ya lemes traveler main ke sni.., tapi enaknya klw cuaca bagus, jdi bisa dpt kayak gini..
    btw di sana dapat sunrise sm sunset yah..?

    1. Ayok Kak kesini lagi kita bareng Anak-anak Lemes Traveler.. Ya benar, kalau cuaca bagus dapat sunrise dan sunset nya Kak..

      Dapat Kak dua-dua nya..

  2. Kirain sebagian besar hanya mengandalkan nelayan, ternyata ada juga yang menanam cengkeh. Cengkeh memang harganya mahal sih, tapi perawatannya juga sepadan dengan hasilnya.

    1. Tidak Mas, kalau di Pulau Pisang ini mereka ada Petani Cengkeh, Nelayan dan Pengrajin Kain Tapis.. Ya benar, harga jual Cengkeh mahal Mas

  3. Aku sudah niat banget ingin eksplorasi pulau Pisang. Sedang mencari waktu dan kesempatan yang baik saja. Mudah-mudahan nanti kita bisa bareng ke sini lagi ya Jrin

  4. Wah pasirnya luas banget ya, asik buat guling2an tuh. Kalau ke sana cuma satu atau dua orang dan melebih jam 2, mending nginep dulu semalem ya di jukung,

    1. Ya sangat luas kok pasirnya disana. Ya kalau tidak menginap di Pulau Pisang kurang apdol lho. Bisa sewa kapal dan bisa lihat dolphin juga.

  5. selalu suka dengan suasana matahari tenggelam apalagi di pantai (belum pernah lihat). om ini gaulnya ma brondong2 jadi ikutan mirip brondong (tambah muda) juga ya om? hahahaha

    1. Ah beruntung”an Mas dapat seperti ini.. Kemarin pas balik lg malah gak dapat.. Hahahah.. itu malah seumuran smua lho Mas. Amien kalau gitu Mas ?

    1. Ayo Mas kalau kangen balik lagi ke Pulau Pisang.. Bukan Mas, ini perjalanan aku pertama kali kesana. Siap Mas masih ngedraft.. hehee

  6. Pertama kali melihat foto pulau Pisang dari akun keliling Lampung, sudah bikin jatuh cinta. Aku sedang menunggu waktu yang tepat untuk eksplorasi ke sini. Mudah-mudahan nanti kita bisa bertemu di sini ya, Jrin ?

    1. Aku doain semoga Tante Idola ada waktu untuk ke Pulau Pisang.. Amien.. ?

      Tante kan tinggal ke Pesisir Barat, Liwa dan Gigi Hiu yg belum. Hehehe

  7. Oalah, ternyata ini lho yang dimention terus samaas Fajrin ??

    Indahnya ya maa, walau sebelum menikmati itu harus berjuang menempuh perjalanan panjang dulu.

    Saya pasti segera ke sana Mas, udah masuk bucket list soalnya ??

    1. Hahaha.. y nih Mbak Pulau Pisang yg kemarin aku mention.

      Ayok Mbak harus kesini lho jangan sampai tidak.. Perjalanan jauh kebayar lunas dengan keindahan Pulau Pisang yg pastinya..

  8. Hai bang ?
    Duh, saya tertarik mau kesana.
    Lumayan jauh juga sih dari Medan.
    Pulau pisang kan enaknya sambil makan pisang yah (ahhaha,gak nyambung).
    Budget nya lumayan itu yah tapi menikmati sunrise begitu mau lah.

    1. Hai Mbak.. ?

      Ayok Mbak ke Lampung, lah Medan dan Lampung kan dekat Mbak.. heheh..

      Ya Mbak budget nya lumayan, tapi kalau ramaian gak gede kok. Ah nikmati sunrise disini sangat mengasyikan lho..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *