Presiden Direktur PT Astra International Tbk Prijono Sugiarto (tengah) bersama para penerima apresiasi 9th SATU Indonesia Awards 2018 pada malam puncak IdeaFest 2018 di Jakarta (27/10). (Foto by: Grup WA Astra X Blogger)
Presiden Direktur PT Astra International Tbk Prijono Sugiarto (tengah) bersama para penerima apresiasi 9th SATU Indonesia Awards 2018 pada malam puncak IdeaFest 2018 di Jakarta (27/10). (Foto by: Grup WA Astra X Blogger)

Pernah mendengar soal Jakarta Smart City? Sebuah konsep membangun Kota Jakarta dengan segala kemudahan melalui sebuah teknologi. Kalau kamu beranggapan hal itu masih jauh bahkan mustahil, sebaiknya kamu berkenalan terlebih dahulu dengan Nodeflux. Sekelompok anak muda yang memiliki semangat untuk mewujudkan konsep Jakarta Smart City pada aspek Face Recognition (FR) dalam waktu dekat!

Meidy Fitranto dan Faris Rahman, mereka adalah duo anak muda lulusan Institut Teknologi Bandung (ITB) yang sejak tahun 2016 berusaha mengembangkan teknologi kecerdasan buatan berbasis Intelligent Video Analytics dengan Deep Learning dan Computer Vision. Teknologi ini nantinya dapat dipergunakan untuk menyelesaikan berbagai persoalan sehari-hari yang mampu bersaing dengan perusahaan teknologi negara berkembang lainnya.

Meidy Fitranto dan Faris Rahman saat diwawancara dengan Mas Timo dan Mbak Langit (Foto by: Timo)
Meidy Fitranto dan Faris Rahman saat diwawancara dengan Mas Timo dan Mbak Langit (Foto by: Timo)

Sebut saja masalah pelanggaran lalu lintas. Masalah utama yang banyak kita jumpai di berbagai kota besar. Jika dilihat dari jumlah pelanggaran dengan petugas Kepolisian yang melakukan penertiban, perbandingannya akan terlihat sangat jauh berbeda. Itu yang terdata, bagaimana yang melakukan pelanggaran namun tidak tertangkap oleh pihak berwajib? Hampir di tiap sudut jalan, masih banyak terjadi pelanggaran lalu lintas baik yang bersifat “diam-diam” atau yang terang-terangan seperti menerobos lampu merah, tidak memakai helm, atau pelanggaran lainnya.

Dengan adanya teknologi yang diusung oleh Nodeflux, para pelanggar lalu lintas akan tertangkap kamera CCTV dan masuk ke dalam sistem pemindai wajah. Data tersebut kemudian akan dikirimkan ke pihak berwajib untuk selanjutnya dilakukan penindakan. Yap! Jika kamu pernah nonton beberapa film Hollywood seperti Robocop atau Star Trek yang menggunakan teknologi serupa, kita bisa bilang kali ini anak bangsa berhasil mengembangkannya!

Selain itu, teknologi Nodeflux juga dapat digunakan untuk mendeteksi parkir liar, deteksi dini terhadap banjir di pintu air, deteksi kepadatan sampah di sungai, dan pengawasan sarana publik lainnya. Dengan sederet manfaat itulah yang membuat Nodeflux berhasil meraih berbagai penghargaan bergengsi dan berkesempatan untuk bekerjasama dalam proyek Jakarta Smart City.

Tidak hanya berhenti sampai situ saja. Pada ajang yang sangat bergengsi yang diadakan oleh PT Astra International Tbk, 9th SATU Indonesia Awards 2018 Nodeflux berhasil mendapatkan penghargaan terbaiknya dalam kategori Kelompok bidang Teknologi. Semangat Astra Terpadu Untuk Indonesia (SATU Indonesia) Awards yang tahun ini memasuki tahun ke-9 diselenggarakan bertepatan dengan momentum 90 tahun Sumpah Pemuda.

Dengan membawa semangat sumpah pemuda, penghargaan kali ini bertujuan untuk mengapresiasi generasi muda yang tak kenal lelah memberi manfaat bagi masyarakat di seluruh penjuru tanah air. Apresiasi ini diberikan kepada lima anak bangsa atas setiap perjuangan di lima bidang yang mereka wakili. Bidang tersebut antara lain bidang Kesehatan, Pendidikan, Lingkungan, Kewirausahaan, dan Teknologi.

Meidy Fitranto dan Faris Rahman Penerima 9th SATU Indonesia Awards 2018
Meidy Fitranto dan Faris Rahman Penerima 9th SATU Indonesia Awards 2018

Nodeflux: Kumpulan Pemuda Inspirasi Bangsa

Meidy Fitranto dan Faris Rahman sangat serius dalam hal mendalami dan mengembangkan teknologi Nodeflux bersama anak muda lainnya. Keseriusan Meidy Fitranto dan Faris Rahman ini menginspirasi semua anak muda yang menghadiri malam penganugerahan 9th SATU Indonesia Awards 2018 di Ideafest 2018 yang berlangsung di Jakarta Convention Center pada hari Sabtu, 27 Oktober 2018.

Menurut Meidy dan Faris, acara yang banyak dihadiri pemuda adalah waktu yang tepat untuk membuat para pemuda tergerak menciptakan inovasi-inovasi yang berguna untuk orang lain. Yang pastinya ide-ide kreatif itu bisa loh diikutsertakan dalam apresiasi SATU Indonesia Awards tahun depan. Selain itu, menurutnya.

“Ini acara yang bagus, karena dalam kegiatan ini para milenial akan tergerak untuk menciptakan banyak hal baru, banyak terobosan.”

“Mereka akan membuktikan kreativitas mereka. Inilah yang kita butuhkan. Generasi yang terus berinovasi,” paparnya.

Meidy Fitranto juga menambahkan, inovasi yang diharapkan adalah berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek).

“Kita harus memiliki visi seperti apa membangun Indonesia ke depannya. Dan, saya yakin SATU Indonesia Awards memiliki arah itu.”

“Karena di sinilah inovasi dilakukan berdasarkan iptek. Di sinilah generasi milenial bisa mengaktualisasi dirinya,” papar Meidy.

Dijelaskannya, untuk menciptakan terobosan yang luar biasa dibutuhkan pikiran yang “out of the box”.

“Untuk mendapatkan sebuah hasil yang brilian, dibutuhkan juga eksekusi yang brilian,” demikian ungkap Meidy Fitranto dalam merespons acara apresiasi 9th SATU Indonesia Awards 2018.

“Oleh karena itu, dibutuhkan kerja sama antara perencana, pelaksana, pemikir, dan kreator,” demikian ujar Meidy Fitranto
Dengan kolaborasi ini, diharapkan muncul teknologi yang bisa turut menggerakkan perekonomian negara. Hal ini bukan hal yang terlalu asing buat kita, sebab semua lini saat ini telah masuk ke dalam ranah digital.

“Dan milenial kreatif inilah yang nantinya akan menggerakkan perekonomian bangsa,” tegas Meidy Fitranto.

“Tentunya dengan segala inovasi berbasis teknologi yang mereka punya,” tambah Meidy Fitranto

“Dan inovasi ini yang akan membuat Indonesia bisa bersaing dengan negara-negara lain,” kata Meidy lebih lanjut.

Zaman sekarang kalau kamu yang muda gak kreatif rasanya sayang banget nih. Acara ini pas banget nih buat kamu yang punya ide dan jiwa kreatif tapi belum tersalurkan. Siapa tahu kamu menjadi penerima apresiasi SATU Indonesia Awards tahun depan, bukan mimpi kok.

Presiden Direktur PT Astra International Tbk Prijono Sugiarto dalam sambutannya pada malam ini (27/10).
Presiden Direktur PT Astra International Tbk Prijono Sugiarto dalam sambutannya pada malam ini (27/10).

Nah, buat kamu yang penasaran siapa aja si penerima apresiasi 9th SATU Indonesia Awards 2018 tahun ini, yuk cek info lebih lengkap tentang penerima apresiasi, klik aja di www.satu-indonesia/satuindonesiaawards

Pastinya kesempatan kamu untuk dapat mengikuti SATU Indonesia Awards tahun depan masih terbuka lebar. Jadilah anak muda yang berguna bagi orang di sekitarmu ya. Siapa tau kamu punya ide lain untuk membangun smart city di kota lain.

Penampilan Gloria Jessica saat pembukaan 9th SATU Indonesia Awards 2018
Penampilan Gloria Jessica saat pembukaan penerimaan 9th SATU Indonesia Awards 2018
Penampilan kedua Gigi di malam penerimaan 9th SATU Indonesia Awards 2018
Penampilan kedua Gigi di malam penerimaan 9th SATU Indonesia Awards 2018
Penampilan terakhir dari Tulus di malam 9th SATU Indonesia Awards 2018
Penampilan terakhir dari Tulus di malam 9th SATU Indonesia Awards 2018
Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *