Bupati Pesisir Barat, Wakil Bupati, Kadispar Provinsi Lampung dan Berserta Jajaran-nya
Bupati Pesisir Barat, Kadispar Provinsi Lampung dan Berserta Jajaran-nya

Festival Teluk Stabas menjadi satu genderang pembuka gelaran even tahun ini. Festival ini merupakan agenda rutin yang diselenggarakan untuk kali ke-5 nya, tahun ini digelar di bulan April.

Acara ini dimeriahkan dengan berbagai perlombaan dan gelaran budaya Lampung Sai Batin. Harapannya bisa menjadi sarana mempopulerkan kearifan lokal Pesisir Barat.

Adapun lomba-lomba yang digelar antara lain; Parade Budaya, Lomba Nylam Tapis, Lomba Nyelimpok Gelamay, Lomba Ngunduh Damar dan Lomba Tari Adat Lampung. Selain itu, ada Lomba Mawalan, Lomba Tari kreasi, Lomba Ngukor Kelapa, Lomba Burung berkicau, Lagu Lampung, lomba kuliner, dan Lomba Video Wisata.

Untuk parade budayanya mengambil tema “Sasuduk” yang merupakan adat masyarakat pesisir barat yang biasanya digelar saat ada upacara pernikahan atau kematian.

Parade Sasuduk
Parade Sasuduk
Parade Sasuduk
Parade Sasuduk

Pada prosesi “Sasuduk” ini, masing-masing keluarga akan membawa bahan makanan di dalam bakul anyaman untuk membantu si empu hajat. Biasanya di dalam bakul anyaman tersebut berisikan beras, gula pasir, garam, kelapa, kue-kue, telur, ayam, sayuran, dan lain-lain.

Parade ini sendiri dimaksudkan untuk terus melestarikan dan mempertahankan serta memancing minat masyarakat luar akan cultural heritage “Sasuduk”. Untuk paradenya terdiri dari ibu-ibu berpakaian kebaya, sinjang (sarung) atau tapis dan kumbut selindang (penutup kepala atau selendang).

Parade Sasuduk
Parade Sasuduk

Para ibu akan berjalan sambil memikul bakul haneling (bakul bertali yang terbuat dari anyaman kulit bambu dan dipernis, tali bakul dibungkus dengan kain selendang). Parade “Sasuduk” akan diiringi barisan pakaian adat, atraksi budaya, serta musik pengiring dari seluruh pekon atau desa yang ada di tiap kecamatan.

Peserta parade budaya nantinya mulai berjalan dari Tugu Tuhuk Pasar Krui menuju panggung utama di Kawasan Wisata Labuhan Jukung Krui.

Nah, di sana mereka akan membentuk kelompok-kelompok kecil untuk membuat Nyelimpok Gelamay. Selimpok Gelamay sendiri merupakan makanan kecil terbuat dari tepung terigu, sagu, gula pasir, gula merah, kelapa parut, vanili, jahe dihaluskan, serta air. Semua bahan tadi diaduk jadi satu sampai merata lalu dibungkus daun khiliek (bisa juga daun pisang) dan dikukus sampai matang.

Setelah seluruh peserta parade budaya “Sasuduk” sampai di Kawasan Wisata Labuhan Jukung Krui, mereka bersiap-siap membuat Selimpok Gelamay dan Nyulam Tapis.

Peserta Parade Budaya FTS 2018
Peserta Parade Budaya FTS 2018
Peserta Parade Budaya FTS 2018
Peserta Parade Budaya FTS 2018

Kegiatan ini terangkum dalam pencatatan Rekor Muri Parade Bebay Ngantak Uyan Sesudak & Bebay Nyelimpok Gelamay lho! Rekor ini menyamai prestasi tahun 2017, di mana 1001 orang mencatatkan rekor dalam hal Ngunduh Damar. Bisa bayangankan 1001 orang di atas pohon damar guys? Tapi tentu bukan di atas satu pohon kok, karena Pesisir Barat punya ratusan hektare kebun damar yang disebut repong damar. Kerenkan?

Seorang Bapak Lagi Ngunduh Damar
Seorang Bapak Lagi Ngunduh Damar

Peserta akan berkelompok sesuai pekon. Penilaian lomba meliputi kekompakan, cita rasa, kecepatan dan kerapihan membuat Selimpok dalam waktu yang ditentukan.

Lomba Nyulam Tapis juga patut jadi perhatian. Sebab, Tapis merupakan kain khas adat Lampung yang terbuat dari benang mas. Biasanya dipakai ketika acara adat dan pernikahan. Untuk kelengkapan lomba Nyulam Tapis yaitu; benang penyawat, jarum jahit, dan benang emas serta pembidang (meja sulam). Motif yang dibuat adalah motif pucuk rebung. Penilaian lomba meliputi kerapihan dan kecepatan menyulam dalam waktu yang ditentukan. Penasaran?

Nyulam Tapis Lampung
Nyulam Tapis Lampung
Motif Tapis Lampung
Motif Tapis Lampung

Selain itu, salah satu lomba lain yang mengandung nilai local wisdom adalah lomba Ngunduh Damar. Adapun Ngunduh Damar merupakan kegiatan mengambil getah damar di atas pohon damar. Kegiatan ini masih menggunakan alat tradisional, seperti kapak, ambon atau tali pemanjat, tembilung atau bakul atau ember kecil. Peserta pria atau wanita boleh ikutan. Penilaian lomba secara perorangan meliputi kebersihan damar dan jumlah damar yang didapat dalam waktu yang ditentukan. Para pengunjung juga boleh ikutan mencoba melakukan Ngunduh Damar. Tapi hati-hati ya, karena tentu ini tidak semudah seperti yang terlihat.

Seorang Ibu Lagi Ngunduh Damar
Seorang Ibu Lagi Ngunduh Damar
Hasil Ngunduh Damar
Hasil Ngunduh Damar

Sedangkan untuk lomba Tari Adat Lampung adalah lomba tari khas Pesisir Barat yang diiringi dengan musik tradisional. Tarian yang biasa dipertunjukkan adalah Tari Hadra, Tari Kipas, Tari Pedang, Tari Sembah, Tari Bedana, dan lainnya.

Tarian Adat Lampung
Tarian Adat Lampung

Namun, bukan hanya tari adat saja yang akan kita saksikan di Festival Teluk Stabas ini. Karena ada juga tari-tari kreasinya. Lomba tari kreasi ini dapat diiringi dengan musik tradisional maupun modern. Untuk gerakannya adalah pengembangan dari tarian adat Pesisir Barat yang sudah ada.

Sesuai dengan jargon kabupaten “Negeri Para Saibatin dan Ulama’, FTS juga ikut menampilkan kesenian bernafaskan Islam seperti Lomba Mawalan. Mengenakan busana islami, satu grup terdiri dari minimal 8 orang, waktu tampil maksimal 15 menit, lagu bebas, kriteria penilaian kekompakan, olah vocal, dan performance.

Untuk yang suka dengan perlombaan unik, ada lomba Ngukokh Kelapa yang wajib ditonton nih. Lomba ini mengharuskan para peserta untuk memarut kelapa dengan alat tradisional dari Pesisir Barat. Tiap peserta akan memarut dengan cara estafet yang pastinya akan menambah keseruan dari lomba ini.

Bagi yang hobi burung, FTS juga memberikan tempat bagi para komunitas pecinta burung untuk berpartisipasi pada Lomba Burung Berkicau. Kriteria penilaiannya adalah suara, intonasi lagu, variasi lagu, volume, stabilitas dan gaya

Siapa yang bisa menyanyikan lagu Lampung? Nah bisa ikutan perlombaan ini. Karena akan ada Lomba Lagu Lampung. Untuk lagu yang dilombakan adalah Cadang Hati, Tanoh Lado, Cangget Agung, Sang Bumi Rua Jurai, Puncak Sai Indah, Niku Andanan Hati, dan Sayangmu Mak Lagi.

Untuk pecinta kuliner ada lomba juga nih. Lomba ini merupakan lomba memasak menggunakan bahan dasar Iwa Tuhuk/ikan blue marlin khas Pesisir Barat lho. Nantinya ikan tersebut diolah jadi masakan khas Pesisir Barat seperti Sop Tuhuk, Gulai Tuhuk, Bagar Tuhuk, Tapa Tuhuk, Sate Tuhuk, dan lainnya. Kriteria yang menjadi dasar penilaian adalah taste dan teknik memasak, kebersihan, dan cara penyajian. Tapi sayangnya tidak ada lomba mencicipi kuliner ya!

Lomba terakhir tapi akan jadi yang paling hits di kalangan Kids Zaman Now adalah Lomba Video Wisata. Lomba ini merupakan lomba on the spot pada kegiatan. Untuk peralatan yang digunakan tidak dibatasi, dari kamera digital, drone, sampai handphone juga bisa.

Lomba ini diadakan bersamaan Krui Fair yang dipusatkan di kawasan Pantai Labuhan Jukung dan kejuaraan surfing internasional Krui Pro QS1500 di Pantai Tanjung Setia.

Kejuaraan surfing internasional merupakan kompetisi tingkat dunia yang bekerjasama dengan World Sufing League (WSL)

Peserta Lomba Surfing
Peserta Lomba Surfing (Foto by: Aries Pratama)

Pada penyelenggaraan Krui Pro QS1000 tahun lalu, kompetisi ini diikuti puluhan peselancar profesional dari berbagai negara, dengan Keijiro Nishi, peserta asal Jepang menjadi juara pertama.

Bupati Pesisir Barat Agus Istiqlal menegaskan komitmennya dalam membangun sektor pariwisata di daerah yang dipimpinnya. Salah satu misinya adalah mewujudkan Kabupaten Pesisir Barat sebagai daerah tujuan wisata yang berpijak pada kearifan lokal.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Pesisir Barat Audi Marpi mengatakan, ribuan wisatawan mancanegara berkunjung setiap tahun ke Kabupaten Pesisir Barat.

Pada umumnya wisman itu untuk berselancar (surfing) dengan destinasi yang paling popular adalah Pantai Tanjung Setia.

Ombak di Tanjung Setia, Pesisir Barat, Lampung (Foto by: Aries Pratama)
Ombak di Tanjung Setia, Pesisir Barat, Lampung (Foto by: Aries Pratama)

“Banyaknya wisatawan mancanegara diharapkan menjadi pemicu untuk wisatawan nusantara juga melirik Pesisir Barat sebagai daerah tujuan wisata,” ujarnya. Ia memaparkan, Pesisir Barat memiliki keragaman obyek wisata seperti pantai, air terjun, goa, dan makam bersejarah, selain juga wisata seni dan budaya.

Keunggulan lain dari Pesisir Barat adalah ketersediaan akomodasi, seperti banyaknya penginapan, cottage, dan homestay. Karena itu, tidak ada alasan untuk tidak berkunjung di Kabupaten Pesisir Barat. (*)

Catatan:

-. Foto-Foto by: Team Liputan GenPi Lampung di Festival Teluk Stabas 2018.

-. Tulisan ini adalah liputan rangkaian acara Festival Teluk Stabas 2018.

Share

3 comments

  1. wow, menarik bang!
    kegiatan acaranya beragam ya, mulai dari tari-tarian sampe lomba ngunduh damar.
    tapi saya paling tertarik dengan kegiatan lomba nyulam Tapis Lampung.
    cantik-cantik pasti hasilnya 🙂

  2. Waaah keren Festival Teluk Stabasnya. Sayang waktu itu gak jadi ikut. Sibuuuk sendiri soalnya. Suatu hari pengen lihat nyadap damar itu deh, Jrin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *