Kabut Pagi Hari dari Bukit Bawang Bakung (Foto by: Fajrin Herris)
Kabut Pagi Hari dari Bukit Bawang Bakung (Foto by: Fajrin Herris)

Bulan Januari yang lalu saya kembali menginjakkan kaki di Kota Liwa, Lampung Barat bersama dengan Mas Teguh (Redaktur Tribun Lampung) dan Perdiansyah (Fotografer Tribun Lampung) pada tanggal 17 Januari 2017.

Nah, sebelumnya waktu kecil dulu saya pernah ke Liwa, tapi belum setenar seperti sekarang ini.

Bukit Bawang Bakung atau yang sering disebut Bukit Geredai, Liwa, Lampung Barat. Tempat ini juga disebut-sebut sebagai Negeri di Atas Awan-nya Lampung. Karena saat pagi, bila cuaca sedang bagus, hamparan kabut akan menguap ke atas menutupi Kota Liwa serta pepohonan yang ada di sana.

Bukit Bawang Bakung ini sungguh menawan hati dengan pesona kabutnya. Seakan berada di negeri di atas awan.

Bukit Bawang Bakung Mulai Dilirik Traveler dan Fotografer

Awan yang bergumpalan (Foto By Eka Fendi Aspara)
Awan yang bergumpalan (Foto By Eka Fendi Aspara)

Wonosobo Jawa Tengah boleh saja berbangga diri dengan lokasi wisata negeri di atas awan, atau pemandangan awan yang menggumpal di pagi hari. Tapi, kini Lampung juga memiliki lokasi wisata serupa.

Negeri di atas awan Bukit Bawang Bakung, Lampung Barat, memang belum tenar seperti di Gunung Prau. Sunrise di celah-celah Gunung Pesagi, Lambar, pun belum bisa disandingkan dengan keindahan pemandangan matahari terbit di Gunung Prau – Dieng Wonosobo.

Bukit Bawang Bakung, Desa Negeri Ratu, Kecamatan Batu Brak, Liwa, Lampung Barat, menjadi lokasi wisata baru yang sangat layak dikunjungi.

Negeri kabut di Lampung Barat ini juga dikenal dengan nama Bukit Geredai. Menyajikan pemandangan eksotis kabut dari ketinggian Kota Liwa. Ketika sunrise tiba, tersuguh hutan berhalimun berlayar Gunung Pesagi. Namun, bila saat sunset maka yg terlihat Gunung Seminung. Tak heran jika tempat ini menjadi spot foto pavorit fotografer dan traveler, juga incaran para penikmat suasana hening di pagi berkabut.

Kedinginan waktu di Bukit Geredai (Foto by: Fajrin Herris)
Kedinginan waktu di Bukit Geredai (Foto by: Fajrin Herris)

Kisah Mula nya Bukit Bawang Bakung

Menurut Eka Fendi Aspara, Fotografer asal Lampung Barat. Bukit Bawang Bakung mulai terkuak pada bulan Maret tahun 2011 lalu. Saat itu ia dan fotografer lainnya, kali pertama mengambil keindahan Bukit Bawang Bakung.

Fasilitas Yang Belum Memadai

Tapi memang sayangnya selain fasilitas yang masih minim, belum ada plang penanda yang di pasang di pinggir jalan yang mengarah ke sini. Alhasil meski kemarin saya baru pertama kali ke sini masih bingung patokan yang bisa digunakan untuk belok ke sini. Padahal plang nama seperti yang dilakukan Pemkab Lamsel dan Pemkab Tanggamus yang menunjukkan beberapa tempat wisatanya, bisa ditiru. Apalagi akses jalan ke sini sudah bagus, meski tak begitu lebar tapi cukup untuk mobil bisa capai atas bukit.

Saat ini di sini sedang dibangun pondokan yang akan dijadikan tempat penunggu bukit tinggal. Dan pemilik berencana mengalirkan air dari sungai yang ada di bawahnya, sehingga buat yang ngecamp atau menginap di sini untuk bisa menikmati sensasi negeri di atas awan bisa dapat tempat dan air bersih.

Jarak Tempuh

Dari kota Bandar Lampung ke sini butuh waktu 5-6 jam perjalanan darat. Ada dua pilihan, bisa melalui Jalur Jalan Lintas Tengah dan Jalur Lintas Barat.

-. Lintas Tengah melewati beberapa Kabupaten seperti, Kab.Lamsel, Kab.Pesawaran, Kab.Lamteng dan Kab.Lampura.

-. Lintas Barat melewati beberapa Kabupaten seperti, Kab.Pesawaran, Kab.Pringsewu, Kab.Tanggamus dan Kab.Pesisir Barat.

Tim Pemburu Kabut (Foto By Ferdiansyah)
Tim Pemburu Kabut (Foto By Ferdiansyah)

Untuk bulan bagus menanti kabut adalah di musim kemarau, antara Maret hingga Agustus.

Share

44 comments

  1. Ajak-ajak dong Mas ke sana, hihi. Bagus dan eksotis, ternyata pemandangan kabut di antara rimbun pohon-pohon itu ada juga di Indonesia ya. Memang negeriku ini sangat kaya. Ada nuansa mistisnya juga kalau melihat rombongan kabut itu, sekaligus misterius. Mudah-mudahan sarana menuju ke sana segera dibenahi. Tapi kalau nanti ramai dan booming semoga juga semua pihak mau menjaga kebersihan dan keasrian lingkungan sana (kadang-kadang seperti pisau bermata dua, hehe).

    1. Ayo mas ke Lampung nanti aku ajak ke Liwa.. hehe.. Ya mas sangat bagus banget kabut nya di bukit bawang bakung. Masih banyak yg tersimpan keindahan Indonesia. Kalau nuansa mistik nya sih seperti ny tidak ada mas. Amien, mudah” Pemda Kab.Lampung Barat hati nya terbuka mas. Ah untuk sampai saat ini belum ada kejadian begitu, tapi mudah” jangan sampai deh.. hehehe

  2. Kabut pagi di atas bukit geredai itu kesannya mistis banget deh, Jrin. Mungkin karena pepohonan yang muncul dari Balik Awan. Udaranya juga pasti dingin banget ya. Terlihat dari foto Fajrin yang berisidekapan itu

  3. OMG, bagus bangeeeeeeet. Liat foto mas Eka itu macam negeri dongeng. Sayang saat Fajrin ke sana agak mendung ya, walaupun tetap cakep sih. Warbiyasak ya Lampung ini.

  4. foto2 ini menggambarkan kalau deskripsi tentang keindahan kabut dari sebuah fiksi ternyata nyata dan menggoda. Suasana dingin menambah keindahan pagi, meskipun angin mampu menyapa rusuk melalui beberapa lapis baju 😀

    cakep mas, memang negeri diatas awan. semoga tetap lestari, kabut ada, karena pohon tersedia

  5. Melihat hasil foto di atas, mengingatkanku pada Putuk Setumbu di Magelang. Pemandangan ajib seperti ini dengan objek Borobudur.

    Memang sih setiap ketinggian pasti menawarkan keindahan alam yang beragam, semacam menjadi tempatnya para potographer. Indah dan sejuk rasanya tempat ini mas.

  6. cakep banget fotonya yang berkabut itu, kayaknya ke sini harus bawa jaket yang bener yang bisa nahan dingin biar gak kedinginan, jam berapa bangun pagi biar bisa naik ke bukit bawang ini? trus pake sepatu/sendal ?

    1. Kalau cuaca lg bagus dapat yg cakep mbak foto nya.. Jam 5 pagi kita sudah keluar dari penginapan, jd sampai di Bawang Bakung jam setengah 6. Untuk moment ini dari jam setengah 6 sampai jam 7an gitu.. Ya harus bawa jaket tebal mbak, karen cuaca ny sangat dingin dan pakai sepatu lebih enak..

  7. Warbyasak cantiknya gumpalan awan di ketinggian! Kebayang dinginnya yang menggigit sampai ke tulang. Hehehe. One day aku harus sampai ke sana, mas?

  8. Wuih itu fotonya yang pas berkabut, bisa jadi nyaingin Punthuk Setumbu yang lagi hits di Magelang. Cuma kok liat namanya aku jadi lapar yaaa? hahaha 😀

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *